Olahraga

Kontroversi Manchester City Bisa Ganggu Investasi UEA di Inggris, Nilainya Capai Miliaran Poundsterling

Foto: Getty Images Sport

HARIANJABAR.NET – Kontroversi yang melibatkan Manchester City mulai merembet ke hubungan Inggris dan Uni Emirat Arab (UEA). Pemerintah UEA disebut mempertimbangkan kembali sejumlah rencana investasi bernilai miliaran poundsterling di Inggris sebagai bentuk keberatan terhadap keputusan terkait klub asal Manchester tersebut.

Sejumlah media Inggris melaporkan bahwa pejabat UEA telah memberikan peringatan kepada pemerintah Inggris. Mereka menilai keputusan Premier League terkait Manchester City berpotensi membawa dampak terhadap hubungan bilateral kedua negara.

Investasi Teknologi UEA Ikut Terancam

Dilansir dari Independent, UEA disebut dapat membatalkan investasi bernilai miliaran poundsterling yang sebelumnya direncanakan masuk ke Inggris.

Sementara itu, Bloomberg melaporkan bahwa pejabat UEA memperingatkan tindakan terhadap Manchester City dapat memengaruhi hubungan bilateral. The Telegraph juga menyebut adanya ancaman pembatalan investasi swasta untuk pembangunan pusat teknologi tinggi yang dirancang menyerupai Silicon Valley.

Proyek tersebut direncanakan berada di kawasan antara Oxford dan Cambridge. Nilai investasi yang dipertaruhkan disebut mencapai miliaran poundsterling.

Situasi tersebut membuat persoalan Manchester City tidak lagi hanya berkaitan dengan sepak bola. Dampaknya mulai dikaitkan dengan kepentingan ekonomi dan hubungan Inggris dengan salah satu mitra investasinya dari kawasan Teluk.

Ketua Man City Sempat Bertemu Menteri Inggris

Di tengah perkembangan kasus tersebut, Ketua Manchester City Khaldoon Al Mubarak diketahui sempat bertemu dengan Menteri Bisnis Inggris Jonathan Reynolds.

Menurut laporan The Telegraph, pertemuan tersebut berlangsung di Downing Street sekitar dua pekan sebelum Premier League mengumumkan keputusannya terkait Manchester City.

Pertemuan itu menjadi perhatian karena berlangsung ketika persoalan yang melibatkan klub dan pemiliknya tengah menjadi sorotan.

Pemerintah Inggris Tegaskan Proses Harus Berjalan

Kantor Perdana Menteri Inggris kemudian menegaskan bahwa persoalan yang menjerat Manchester City merupakan perkara serius.

Downing Street menyatakan proses independen terkait klub harus tetap berjalan sesuai prosedur. Pemerintah juga menekankan bahwa hasil dari proses tersebut harus dihormati.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah muncul komentar dari PM Inggris Andy Burnham yang mengaku akan sangat prihatin apabila pemilik Manchester City saat ini meninggalkan klub.

Burnham sebelumnya mengatakan kepada BBC bahwa dirinya tidak ingin melihat pemilik asal UEA hengkang dari Manchester City akibat kasus finansial yang sedang berlangsung.

“Saya akan sangat khawatir jika kehilangan mereka,” ujar Burnham.

Ia menyinggung besarnya investasi yang telah dilakukan Abu Dhabi United Group (ADUG), kelompok yang mengendalikan Manchester City.

Komentar Burnham Tuai Kritik

Pernyataan Burnham kemudian mendapat sorotan dari kalangan politik Inggris.

Louie French, menteri bayangan bidang olahraga dari Partai Konservatif, menuding Burnham terlalu terbuka dalam menunjukkan dukungan kepada pemilik Manchester City di tengah proses pemeriksaan terhadap pendanaan klub.

Sementara itu, Partai Liberal Demokrat mendesak Burnham membuka rincian pertemuannya dengan pihak ADUG. Mereka juga meminta agar segala bentuk jamuan yang diterimanya di Stadion Etihad diungkapkan kepada publik.

Burnham sendiri merupakan mantan Wali Kota Manchester Raya sehingga pernyataannya mengenai masa depan pemilik Manchester City turut menjadi perhatian.

Kasus Finansial Manchester City

Manchester City sebelumnya dinyatakan bersalah terkait sejumlah persoalan finansial. Klub yang mendapat dukungan dari pihak Abu Dhabi tersebut disebut telah mengatur kesepakatan palsu untuk meningkatkan pendapatan secara artifisial sekaligus menekan biaya.

Nilai transaksi yang menjadi bagian dari persoalan tersebut disebut mencapai lebih dari £900 juta atau sekitar US$1,2 miliar dalam periode 2009 hingga 2018.

Kasus tersebut kemudian berkembang menjadi persoalan yang tidak hanya menyangkut reputasi dan regulasi sepak bola Inggris, tetapi juga memunculkan perhatian terhadap hubungan bisnis antara Inggris dan UEA.

Dengan adanya ancaman peninjauan ulang investasi, perkembangan kasus Manchester City kini berpotensi memiliki konsekuensi yang lebih luas di luar lapangan.

Tinggalkan komentar