Indramayu

Maling ECU Mobil Kembali Beraksi di Indramayu, Setelah Ambulans di Eretan Kini Gran Max di Widasari Jadi Sasaran

HARIANJABAR – Kasus pencurian perangkat Electronic Control Unit (ECU) mobil kembali meresahkan warga Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Setelah sebelumnya terjadi pencurian perangkat ECU pada unit ambulans di wilayah Eretan, kini sebuah mobil Daihatsu Gran Max yang terparkir di wilayah Widasari dilaporkan menjadi sasaran pencurian.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat dini hari (9/10/2026). Dalam kejadian itu, kaca mobil bagian kiri disebut dipecahkan oleh pelaku untuk membuka akses ke bagian dalam kendaraan.

Kejadian ini kembali menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga dan pengemudi kendaraan, khususnya pemilik mobil yang memarkirkan kendaraannya di luar rumah atau di lokasi yang minim pengawasan.

Informasi mengenai kejadian tersebut beredar di masyarakat dan memunculkan harapan agar pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

Meski demikian, detail mengenai kronologi lengkap pencurian, kerugian yang dialami pemilik kendaraan, serta kepastian perangkat ECU yang hilang masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait.

Setelah Ambulans di Eretan, Kini Gran Max di Widasari

Pencurian di Widasari menjadi perhatian karena terjadi setelah adanya laporan serupa yang menyasar kendaraan ambulans di wilayah Eretan pada bulan sebelumnya.

Kesamaan sasaran berupa perangkat elektronik kendaraan tersebut memunculkan dugaan adanya pola pencurian yang menyasar komponen mobil tertentu.

ECU merupakan salah satu komponen penting pada kendaraan modern. Perangkat elektronik ini berfungsi mengatur berbagai sistem kendaraan, bergantung pada jenis dan konfigurasi mobil, termasuk pengelolaan kerja mesin.

Karena memiliki fungsi penting, kerusakan atau kehilangan ECU dapat mengganggu operasional kendaraan dan menimbulkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Apabila benar perangkat tersebut menjadi sasaran pencurian di Widasari, pemilik kendaraan berpotensi harus mengeluarkan biaya tambahan untuk penggantian komponen dan perbaikan bagian mobil yang rusak.

Terlebih, kaca kendaraan yang dipecahkan juga dapat menambah beban kerugian akibat tindakan tersebut.

Namun, belum dapat dipastikan apakah kejadian di Widasari dan kasus ambulans di Eretan dilakukan oleh orang atau kelompok yang sama. Dugaan tersebut masih memerlukan penyelidikan dan keterangan resmi dari kepolisian.

Warga Berharap Polisi Segera Bertindak

Berulangnya laporan pencurian ECU mobil membuat warga dan para pengemudi berharap aparat kepolisian segera menindaklanjuti kejadian tersebut.

Masyarakat berharap pelaku dapat diidentifikasi dan ditangkap agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Selain menimbulkan kerugian materi, pencurian kendaraan atau komponen mobil juga dapat mengganggu aktivitas pemiliknya. Kondisi ini menjadi perhatian terutama bagi kendaraan yang digunakan untuk menunjang pekerjaan maupun pelayanan masyarakat.

Kasus pencurian yang menyasar ambulans sebelumnya juga menjadi perhatian karena kendaraan tersebut memiliki fungsi penting dalam mendukung kebutuhan layanan kesehatan.

Jika kendaraan operasional mengalami kerusakan atau kehilangan komponen penting, penggunaannya dapat terganggu hingga proses perbaikan selesai.

Karena itu, masyarakat berharap penanganan laporan pencurian tidak hanya berfokus pada pengungkapan kasus, tetapi juga dapat membantu mencegah kejadian serupa di wilayah lain.

Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan resmi yang dicantumkan mengenai identitas pelaku, jumlah orang yang terlibat, maupun perkembangan penyelidikan atas kejadian di Widasari.

Pemilik Mobil Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

Di tengah kekhawatiran tersebut, pemilik kendaraan diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika memarkirkan mobil pada malam hingga dini hari.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memilih lokasi parkir yang memiliki penerangan memadai dan berada dalam jangkauan pengawasan.

Pemilik kendaraan juga dapat mempertimbangkan penggunaan kamera pengawas atau sistem keamanan tambahan sesuai kebutuhan.

Apabila menemukan tanda-tanda pembobolan atau aktivitas mencurigakan di sekitar kendaraan, warga diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang dan tidak mengambil tindakan berisiko seorang diri.

Masyarakat juga diharapkan menyimpan bukti yang relevan, seperti rekaman kamera pengawas dan dokumentasi kerusakan kendaraan, untuk membantu proses pelaporan.

Warga Indramayu kini berharap kasus pencurian ECU tersebut segera mendapat penanganan. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kronologi kejadian, mengidentifikasi pelaku, serta mengetahui apakah pencurian di Widasari berkaitan dengan kasus sebelumnya di Eretan.

Dengan penanganan yang tepat dan kewaspadaan bersama, masyarakat berharap keamanan kendaraan di wilayah Indramayu dapat terjaga dan kejadian serupa tidak kembali meresahkan warga.***

Tinggalkan komentar