BOGOR – Polres Bogor mengungkap bahwa remaja yang diamankan dalam kasus kekerasan hingga menewaskan seorang suporter Persib Bandung di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, bukan merupakan suporter klub sepak bola. Kepolisian juga masih mendalami motif di balik aksi kekerasan tersebut.
Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung menyampaikan penegasan itu untuk meluruskan informasi yang beredar di media sosial. Sebelumnya, muncul isu yang menyebut pelaku merupakan pendukung klub sepak bola rival Persib.
“Pelakunya yang pasti bukan suporter. Yang pasti adalah remaja, yang bisa dibilang kurang lebih usia 25-26 tahun,” ujar Arfan, Selasa (27/10/2026).
Menurut Arfan, satu orang yang diduga sebagai pelaku utama telah diamankan. Polisi juga menyita barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut untuk mendukung proses penyidikan.
Korban Diserang Sepulang Menonton Pertandingan
Peristiwa kekerasan yang menewaskan suporter Persib tersebut terjadi ketika korban melintas di Jalan Raya Jakarta-Bogor setelah menonton pertandingan sepak bola.
Arfan menjelaskan, orang yang telah diamankan diduga langsung melakukan tindakan kekerasan di lokasi kejadian. Namun, penyidik masih menelusuri latar belakang dan motif yang mendasari penyerangan tersebut.
“Yang pasti bukan suporter seperti yang diisukan. Pelaku yang kami amankan, pada saat di sana, langsung melakukan tindakan kekerasan,” kata dia.
Kepolisian belum membeberkan secara terperinci motif pelaku. Karena itu, informasi yang mengaitkan kejadian tersebut dengan persaingan antarsuporter belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan yang disampaikan polisi.
Arfan memastikan bahwa satu orang yang diduga sebagai pelaku utama telah diamankan bersama barang bukti.
“Sementara kita amankan satu orang. Pelaku utama dengan barang bukti sudah kita amankan,” ujarnya.
Pengamanan Jalur Setelah Pertandingan Diperketat
Selain mengusut kasus tersebut, Polres Bogor turut menyoroti pengamanan jalur yang dilalui penonton setelah pertandingan sepak bola. Menurut Arfan, personel telah ditempatkan di sepanjang jalur, mulai dari perbatasan Kota Bogor hingga perbatasan Jakarta.
Pengamanan dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur, yakni kepolisian, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Dinas Perhubungan.
Arfan mengatakan penempatan personel tidak hanya difokuskan di sekitar stadion, tetapi juga di jalur yang berpotensi dilalui penonton seusai pertandingan.
“Jadi kita penebalan di jalur jalan, bukan hanya fokus di stadion,” ucapnya.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pengamanan setelah pertandingan, terutama untuk mengantisipasi potensi gangguan di sepanjang jalur perjalanan suporter.
Polisi Siapkan Koordinasi untuk Pertandingan Berikutnya
Untuk pengamanan pertandingan mendatang, Polres Bogor akan berkoordinasi dengan badan liga dan pemerintah. Pembahasan itu mencakup pengaturan konvoi suporter, baik dalam pertandingan Liga 1 maupun Liga 2.
Kasus yang menewaskan suporter Persib tersebut menjadi perhatian kepolisian dalam mengevaluasi pengamanan di luar area stadion. Meski satu orang telah diamankan, penyidikan masih berlanjut untuk mengungkap motif dan mendalami rangkaian kejadian.
Polisi juga menegaskan bahwa informasi mengenai identitas kelompok suporter pelaku perlu disikapi secara hati-hati agar tidak menimbulkan kesimpulan yang belum didukung hasil penyelidikan.
Sumber: detikcom