Otomotif

6 Lampu Indikator Mobil Ini Menyala? Jangan Diabaikan, Ini Artinya!

Foto: ADIRA Finance

HARIANJABAR.NET – Lampu indikator di dashboard mobil bukan sekadar hiasan. Setiap simbol memiliki fungsi untuk memberi tahu pengemudi mengenai kondisi tertentu pada kendaraan, mulai dari bahan bakar yang hampir habis hingga masalah yang berpotensi mengganggu kinerja mesin.

Karena itu, ketika salah satu lampu indikator mobil menyala saat berkendara, jangan langsung menganggapnya sebagai hal sepele. Beberapa indikator memang hanya memberikan informasi, tetapi ada juga yang menjadi tanda bahwa mobil perlu segera diperiksa.

Memahami arti setiap simbol akan membantu kamu menentukan langkah yang tepat ketika indikator menyala. Berikut beberapa lampu indikator mobil yang paling umum dan hal yang perlu dilakukan.

1. Lampu Indikator Tekanan Ban Menyala

Simbol berbentuk seperti ban dengan tanda seru di bagian tengah biasanya berkaitan dengan tekanan udara pada ban. Lampu ini dapat menyala ketika tekanan salah satu atau beberapa ban berada di bawah batas yang dianjurkan.

Tekanan ban yang terlalu rendah tidak hanya membuat mobil terasa kurang nyaman. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar dan memengaruhi pengendalian kendaraan, terutama ketika mobil melaju di jalan basah.

Jika indikator ini menyala, sebaiknya segera periksa kondisi seluruh ban. Kamu bisa mendatangi SPBU atau tempat pengisian angin terdekat untuk mengukur tekanannya.

Jangan memaksakan perjalanan jauh jika salah satu ban sudah terlihat kempis. Ban yang digunakan dalam kondisi kurang angin dapat mengalami panas berlebih dan kerusakan pada bagian dalam maupun dinding ban.

Perlu diketahui pula bahwa setelah tekanan ban diperbaiki, indikator pada beberapa mobil tidak selalu langsung mati. Sebagian kendaraan memerlukan proses reset atau kalibrasi sistem TPMS terlebih dahulu.

2. Lampu Indikator Check Engine

Lampu berbentuk mesin atau yang dikenal sebagai check engine merupakan salah satu indikator yang paling sering membuat pengemudi khawatir.

Namun, lampu ini tidak selalu berarti mesin mengalami kerusakan berat. Check engine dapat menyala karena berbagai penyebab, mulai dari tutup tangki bahan bakar yang tidak terpasang rapat hingga adanya gangguan pada sensor atau komponen sistem mesin.

Jika lampu menyala tetapi mobil masih berjalan normal, jangan langsung panik. Kamu tetap perlu membawa kendaraan ke bengkel untuk dilakukan pemeriksaan menggunakan alat diagnostik sehingga sumber masalah bisa diketahui dengan lebih tepat.

Berbeda halnya jika check engine berkedip, terutama ketika mesin terasa bergetar atau tenaga kendaraan menurun. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih serius karena dapat mengindikasikan gangguan yang berpotensi merusak komponen mesin atau sistem emisi.

3. Lampu Indikator Aki atau Baterai

Simbol berbentuk baterai pada dashboard berkaitan dengan sistem kelistrikan kendaraan. Ketika indikator ini menyala saat mesin sudah hidup, masalahnya tidak selalu berarti aki semata.

Gangguan dapat berasal dari aki yang sudah lemah, alternator yang bermasalah, kabel atau sambungan kelistrikan, hingga sistem pengisian daya yang tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Jika terus dibiarkan, mobil bisa kehilangan daya listrik dan akhirnya mesin mati karena sistem pengisian tidak mampu memasok kebutuhan listrik kendaraan.

Ketika indikator baterai menyala saat berkendara, sebaiknya kurangi penggunaan perangkat listrik yang tidak terlalu diperlukan dan segera menuju bengkel atau tempat pemeriksaan terdekat. Jangan menunggu sampai mobil benar-benar mogok di jalan.

4. Lampu Indikator Suhu Mesin Menyala

Indikator temperatur biasanya digambarkan dengan simbol termometer. Jika lampu ini menyala atau jarum temperatur menunjukkan suhu terlalu tinggi, kamu perlu segera memperhatikan kondisi mesin.

Salah satu penyebab yang mungkin adalah sistem pendinginan tidak bekerja dengan baik. Masalah bisa berkaitan dengan cairan pendingin, kipas radiator, radiator, thermostat, pompa air, atau komponen lainnya.

Mesin yang mengalami overheat dan tetap dipaksa bekerja dapat mengalami kerusakan serius. Karena itu, ketika temperatur naik terlalu tinggi, cari tempat aman untuk menepi dan matikan mesin.

Hindari langsung membuka tutup radiator ketika mesin masih panas. Cairan pendingin dan uap di dalam sistem dapat berada pada tekanan tinggi sehingga berisiko menyebabkan luka bakar.

Tunggu sampai mesin cukup dingin sebelum melakukan pemeriksaan. Jika kamu tidak memahami sistem pendingin mobil, langkah yang lebih aman adalah meminta bantuan mekanik.

5. Lampu Indikator Tekanan Oli

Simbol berbentuk teko oli merupakan tanda yang tidak sebaiknya diabaikan. Indikator ini umumnya berkaitan dengan tekanan oli mesin yang terlalu rendah.

Kondisi tersebut bisa terjadi karena volume oli kurang, kebocoran, pompa oli bermasalah, atau gangguan lain pada sistem pelumasan. Jadi, menambahkan oli belum tentu menyelesaikan masalah jika penyebab sebenarnya berasal dari komponen lain.

Tekanan oli sangat penting karena oli berfungsi melumasi berbagai komponen di dalam mesin. Jika mesin terus bekerja dengan tekanan oli yang tidak memadai, gesekan antarbagian mesin dapat meningkat dan berpotensi menyebabkan kerusakan serius.

Jika indikator oli menyala ketika mesin hidup, sebaiknya menepi di tempat aman dan matikan mesin. Periksa level oli setelah kendaraan berada dalam kondisi yang sesuai untuk pemeriksaan. Jika volumenya normal tetapi indikator tetap menyala, jangan memaksakan perjalanan dan segera minta bantuan mekanik.

6. Lampu Indikator Bahan Bakar Menyala

Berbeda dengan beberapa indikator sebelumnya, lampu berbentuk pompa bensin biasanya merupakan pengingat bahwa bahan bakar di dalam tangki sudah mendekati batas cadangan.

Ketika indikator bahan bakar menyala, bukan berarti tangki langsung benar-benar kosong. Kendaraan biasanya masih memiliki sejumlah bahan bakar cadangan. Namun, jumlah pastinya berbeda-beda tergantung desain tangki dan karakteristik setiap mobil.

Karena itu, jangan menjadikan angka cadangan tersebut sebagai patokan untuk terus berkendara sejauh mungkin. Jarak yang masih dapat ditempuh akan dipengaruhi oleh kapasitas tangki, konsumsi bahan bakar, kondisi jalan, kemacetan, beban kendaraan, penggunaan AC, hingga gaya berkendara.

Pada mobil yang memiliki Multi Information Display (MID), pengemudi biasanya dapat melihat perkiraan jarak yang masih dapat ditempuh berdasarkan sisa bahan bakar dan konsumsi rata-rata.

Angka tersebut tetap hanya berupa perkiraan. Jika MID menunjukkan jarak tempuh yang sangat rendah, sebaiknya segera mencari SPBU daripada menunggu kendaraan kehabisan bahan bakar.

Jangan Hanya Mengandalkan Warna Lampu Indikator

Selain memahami simbolnya, pengemudi juga perlu memperhatikan warna lampu indikator. Pada banyak kendaraan, warna dapat membantu menunjukkan tingkat perhatian yang diperlukan.

Lampu berwarna hijau atau biru umumnya berfungsi sebagai informasi bahwa fitur tertentu sedang aktif. Sementara itu, warna kuning atau oranye biasanya menjadi peringatan yang mengharuskan pengemudi memeriksa kondisi kendaraan.

Lampu merah biasanya menunjukkan kondisi yang membutuhkan perhatian lebih serius. Namun, arti warna dan simbol dapat berbeda antarprodusen serta model kendaraan.

Karena itu, buku manual kendaraan tetap menjadi rujukan paling tepat untuk mengetahui arti setiap indikator pada mobil yang kamu gunakan.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Lampu Indikator Menyala?

Jangan langsung panik ketika melihat lampu indikator menyala. Langkah pertama adalah mengenali simbol yang muncul dan memperhatikan kondisi kendaraan.

Jika mobil terasa normal dan indikator hanya memberikan informasi, kamu bisa melanjutkan perjalanan sambil mencari kesempatan untuk melakukan pemeriksaan. Namun, jika indikator berkaitan dengan oli, temperatur mesin, sistem pengereman, atau kelistrikan dan disertai gejala seperti suara aneh, asap, bau terbakar, mesin kehilangan tenaga, atau temperatur meningkat, sebaiknya segera menepi.

Hindari memaksakan kendaraan terus berjalan hanya karena mobil masih bisa bergerak. Kerusakan kecil yang ditangani sejak awal berpotensi mencegah masalah yang lebih besar dan biaya perbaikan yang lebih mahal.

Selain itu, pemeriksaan rutin seperti mengecek tekanan ban, level oli, kondisi aki, cairan pendingin, dan sistem pengereman dapat membantu mendeteksi masalah sebelum indikator memberikan peringatan.

Dengan mengenali arti lampu indikator dashboard, pengemudi dapat mengambil keputusan yang lebih tepat ketika terjadi sesuatu pada kendaraan. Yang terpenting, jangan mengabaikan indikator yang terus menyala, apalagi jika disertai perubahan pada performa mobil.

Tinggalkan komentar