Jawa Barat

Pilkades Patimban Memanas, Pendukung Calon Kades Saling Lempar Batu, Polisi Ungkap Penyebabnya

HARIANJABAR – Suasana di halaman Kantor Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat, mendadak ricuh saat penetapan nomor urut calon kepala desa, Rabu (7/10/2026) pagi.

Keributan yang melibatkan sejumlah pendukung calon kepala desa tersebut diwarnai aksi saling lempar batu, bongkahan tanah, hingga potongan bambu. Situasi yang semula dipenuhi warga dan pendukung calon kepala desa itu berubah menjadi kepanikan.

Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi berusaha menyelamatkan diri ketika massa mulai berlarian. Bahkan, beberapa warga dilaporkan mengalami luka akibat insiden tersebut.

Kericuhan itu terekam dalam video amatir berdurasi 34 detik yang beredar di grup percakapan warga. Dalam rekaman tersebut, terlihat situasi di sekitar kantor desa yang dipenuhi massa sebelum akhirnya terjadi aksi saling lempar.

Sejumlah warga, termasuk ibu-ibu yang berada di atas mobil bak terbuka, tampak histeris saat keributan pecah. Mereka berusaha menyelamatkan diri dan anak-anak di tengah situasi yang tidak terkendali.

Tak hanya mengganggu jalannya kegiatan penetapan nomor urut calon kepala desa, kericuhan tersebut juga berdampak pada aktivitas warga di sekitar kantor desa.

Beberapa lapak pedagang kaki lima dilaporkan roboh setelah terinjak massa yang berlarian saat berusaha menghindari bentrokan.

Kericuhan Dipicu Pembatasan Pendukung Masuk Aula

Kapolsek Pusakanagara, AKP H. Warjo, menjelaskan bahwa kericuhan bermula ketika sejumlah pendukung calon kepala desa merasa kecewa karena tidak diperbolehkan masuk ke lokasi rapat pleno.

Menurut Warjo, panitia membatasi jumlah orang yang dapat mendampingi masing-masing calon kepala desa masuk ke aula. Setiap calon hanya diperbolehkan membawa tiga orang pendamping.

Pembatasan tersebut kemudian memicu ketegangan di antara para pendukung yang berada di sekitar kantor desa.

Situasi semakin memanas hingga berujung pada aksi saling lempar antarkelompok pendukung calon kepala desa.

Keributan yang terjadi di halaman kantor desa itu membuat warga di sekitar lokasi berusaha menjauh untuk menghindari lemparan benda yang terjadi di tengah massa.

Aparat keamanan kemudian turun tangan untuk mengendalikan situasi dan mencegah bentrokan semakin meluas.

Sejumlah Warga Mengalami Luka

Untuk meredam kericuhan, aparat gabungan dari Polsek Pusakanagara, Koramil Pusakanagara, dan Satpol PP Kecamatan Pusakanagara dikerahkan ke lokasi.

Petugas berupaya membubarkan massa serta mengendalikan keadaan agar aktivitas di sekitar kantor desa kembali aman.

Dalam insiden tersebut, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka, di antaranya luka pada bagian kepala dan memar di wajah.

Warga yang mengalami luka langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Kericuhan tersebut juga membuat warga yang berada di sekitar kantor desa diliputi kekhawatiran. Mereka berusaha menyelamatkan diri ketika bentrokan berlangsung, sementara sebagian lainnya menjauhkan anak-anak dari lokasi kejadian.

Hingga situasi berhasil dikendalikan, aparat keamanan melakukan pengamanan di sekitar kantor desa untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya keributan susulan.

Rapat Pleno Dilanjutkan secara Tertutup

Setelah kondisi dinyatakan kembali kondusif, panitia melanjutkan rapat pleno penetapan nomor urut calon kepala desa.

Namun, rapat tersebut digelar secara tertutup dengan pengamanan ketat dari aparat gabungan.

Langkah itu dilakukan agar proses penetapan dapat dilanjutkan tanpa kembali memicu keributan di antara para pendukung calon kepala desa.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat karena terjadi di Desa Patimban, wilayah yang berada di sekitar kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pelabuhan Internasional Patimban.

Kericuhan dalam tahapan pemilihan kepala desa itu pun menimbulkan keprihatinan, mengingat proses demokrasi di tingkat desa semestinya dapat berlangsung dengan tertib dan aman.

Di sisi lain, kepolisian juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai penyebab kericuhan.

AKP H. Warjo membantah kabar yang menyebut bentrokan tersebut dipicu oleh minuman keras. Menurut keterangan yang disampaikan, kericuhan bermula dari kekecewaan pendukung calon kepala desa terhadap pembatasan jumlah orang yang diperbolehkan masuk ke aula rapat pleno.

Dengan situasi yang telah kembali kondusif, pengamanan diharapkan dapat menjaga tahapan pemilihan kepala desa tetap berjalan sesuai ketentuan. Masyarakat pun berharap insiden serupa tidak kembali terjadi sehingga seluruh proses demokrasi di Desa Patimban dapat berlangsung aman dan lancar.***

Tinggalkan komentar