HARIANJABAR.NET – Seorang perempuan lanjut usia bernama Mimin (63) meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api (KA) Pangrango di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa tersebut terjadi di jalur rel Cisaat-Cibadak, Kampung Babakan, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak.
Mimin diketahui sehari-hari mencari barang bekas untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sebelum kejadian, ia baru saja menjual hasil rongsokan yang dikumpulkannya kepada seorang pengepul di sekitar lokasi.
Korban Berjalan di Jalur Rel Saat Pulang
Ketua RW setempat, Pijar Muhtar, mengatakan Mimin merupakan warga RT 05 RW 07. Pada hari kejadian, korban diketahui baru selesai menjual barang bekas yang sebelumnya dikumpulkan.
Setelah mendapatkan uang dan nota hasil penimbangan, korban kemudian berjalan menuju rumah. Jalur rel menjadi salah satu akses yang dilaluinya.
Menurut Pijar, korban kemudian terserempet kereta yang melintas dan tubuhnya terpental ke sisi jalur rel.
Mimin disebut tidak selalu melewati jalur tersebut. Aktivitas itu dilakukan karena pada hari tersebut ia sedang mengantarkan rongsokan yang telah dikumpulkannya kepada pengepul.
Saksi Mendengar Suara Benturan Keras
Seorang warga bernama Hasan mengaku sempat bertemu dengan korban sebelum kecelakaan. Saat itu, keduanya berpapasan setelah Hasan selesai menjalankan ibadah salat di masjid.
Tidak lama kemudian, Hasan mendengar suara benturan keras dari arah jalur kereta.
Ketika melihat ke lokasi, ia mendapati korban sudah berada di sisi rel. Kejadian tersebut berlangsung di sekitar jembatan rel yang berada tidak jauh dari permukiman warga.
KA Pangrango diketahui melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor ketika insiden terjadi.
Korban Disebut Mengalami Gangguan Pendengaran
Berdasarkan keterangan warga, Mimin mengalami penurunan kemampuan pendengaran. Kondisi tersebut diduga membuat korban tidak menyadari adanya kereta yang datang dari arah belakang ketika berjalan di jalur rel.
Namun, penyebab pasti kecelakaan tersebut masih menjadi bagian dari penanganan petugas di lokasi.
Mimin Dikenal Tetap Bekerja di Usia Senja
Kepala Dusun Desa Karangtengah, Ferdi, menyebut Mimin dikenal sebagai perempuan yang tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari meski sudah berusia lanjut.
Selain mengumpulkan barang bekas dari sejumlah lokasi, korban juga disebut berjualan makanan milik orang lain.
Mimin diketahui tinggal seorang diri. Ia memiliki anak yang sudah bekerja sehingga tidak setiap waktu berada di rumah bersama korban.
Sebelum kejadian, Mimin baru selesai menimbang dan menjual barang rongsokan di tempat pengepul. Rumahnya disebut hanya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kecelakaan.
Warga dan Polisi Evakuasi Korban
Usai kejadian, warga bersama aparat kepolisian mendatangi lokasi untuk mengamankan area kejadian dan melakukan proses evakuasi terhadap jasad korban.
Peristiwa tersebut menjadi duka bagi warga sekitar yang mengenal Mimin sebagai sosok yang selama ini bekerja keras secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.